What You See What You Get

(^^) WELCOME TO ZANIZONE BLOG (^^) please follow my twitter @Sani_Interisti (^^) and add my facebook "Sani Kurniawan" (^^)

Senin, 24 Januari 2011

Lalu Lintas Pembayaran Internasional 3

Tinjauan Umum
Pasar Keuangan Internasional




Pendahuluan.

Bisnis inteernasional dipermudah oleh pasar keuangan internasional yang menyebabkan perdagangan valas dan aliran modal berjalan lancar antar negara. Bab ini akan menguraikan dampak ketidaksempurnaan paar, berbagai pasar keuangan internasional dan peranannya dalam memperlancar bisnis internasional. Transaksi yang berasal dari bisnis internasional menyebabkan uang mengalir dari satu negara ke kegara lain.


Dampak Ketidak Sempurnaan Pasar.

Di kebanyakan pasar keuangan domestik, kebutuhan akan dana pinjaman dan pembiayaan disediakan oleh kreditor atau investor dalam negara yang sama. Pada suatu titik ekstrim di mana transaksi internasional yang sama. Pada suatu titik ekstrim di mana transaksi internasional sama sekali dilarang, kreditor dan investor akan dipaksa untuk menyalurkan dananya di dalam negeri.

Pada titik ekstrim yang lain, keberadaan pasar sempurna tanpa hambatan (termasuk tiadanya biaya transaksi atau pajak) di pasar keuangan dan pasar kekayaan riil (properti) akan menyebabkan kreditor dan investor melakukan transaksi dalam suatu pasar tunggal dan terintegrasi. Dalam kondisi ekstrem semacam ini, pasar keuangan akan berintegrasi secara internasional sampai suatu tingkat di mana tidak ada satu peluang pasar yang hanya khusus ada di suatu negara. Adanya pasar kekayaan riil yang terintegrasi sempurna akan menyebabkan siklus ekonomi di semua negara akan bergerak dalam arah yang sama.

Fakta menunjukan bahwa konfigurasi dari keuangan internasional berada diantara kedua titik ekstrem semacam itu. Beberapa rintangan menghambat pasar kekayaan riil dan finansial untuk menjadi integrasi secara penuh, seperti perbedaan pajak, bea masuk, kuota, ketidakleluasaan tenaga kerja untuk berpindah, perbedaan budaya, perbedaan laporan keuangan, dan biaya menstransfer informasi yang subtansial antar negara. Meskipun demikian, rintangan – rintangan ini dapat pula menciptakan peluang yang unik bagi pasar tertentu sehingga menarik kreditor dan investor internasional. Sebagai contoh, rintangan seperti bea masuk, kuota, dan ketidakbebasan tenaga kerja untuk berpindah dapat mengakibatkan kondisi ekonomi suatu negara menjadi demikian berbeda dengan negara lain. Investor dan kreditor mungkin saja melakukan bisnis di negara tersebut untuk melakukan bisnis di negara tersebut untuk memamfaatkan kondisi unik tapi menguntungkan dari negara tersebut.

Motif Melakukan Investasi Internasional

Motif Investor Melakukan Investasi di Pasar Internasional
Investor biasanya mempunyai satu atau lebih motif – motif di bawah ini dalam melakukan investasi di pasar internasional;
 Kondisi perekonomian perusahaan – perusahaan di negara tertentu biasanya mengharapkan kinerja lebih menguntungkan dengan beroperasi di negara lain. Misalnya, di longgarkannya hambatan – hambatan di negara – negara Eropa pada akhir dasawarsa 1980-an terbukti menciptakan kondisi perekonomian yang menguntungkan bgi Jerman Barat, karena konsumen di Jerman Timur diperbolehkan membeli lebih banyak produk Jerman Barat. Kondisi semacam itu menarik minat investor asing dan kreditor untuk membeli surat beharga di Jerman Barat.
 Harapan terhadap kurs valas; kebanyakan investor membeli surat – surat berharga dalam mata uang yang nilainya di harapkan mengalami apresiasi terhadap mata uang negara si investor. Dari prespektif investor asing, kinerja investasi semacam itu amat tergantung dari pergerakan nilai mata uang.
 Diversifikasi internasional; Investor besar kemungkinan memperoleh manfaat dari diversifikasi kekayaan fortofolionya secara internasional. Bukti empiris menunjukan bahwa pengukuran resiko dalam jumlah yang subtansinya dapat terjadi akibat difersifikasi internasional. Mamfaat pengirangan resiko dapat diperjelas dengan perbedaan kondisi ekonomi antar negara, sehingga seluruh portofolio seoramh investor tidak hanya semata – mata tergantung pada kondisi perekonomian suatu negara. Selain itu, akses terhadap pasar luar negeri juga memenugkinkan investor untuk menanam modal pada lebih banyak kelompok industri yang mungkin tidak tersedia banyak di dalam negeri. Ini sering dialami oleh investor yang tinggal di negara yang perusahaan – perusahaannya relatif terkonsentrasi pada sejumlah kecil industri saja.

Motif Kreditor Menyediakan Kredit di Pasar Internasional

Kreditor biasanya mempunyai satu atau lebih motif – motif di bawah ini dalam menyalurkan kredit di pasar internasional;
 Tingginya suku bunga internasional; banyak negara mengalami kekurangan dana yang dapat dipinjamkan, yang pada gilirannya menyebabkan suku bunga domestik relatif tinggi. Kondisi semacam ini akan mendorong kreditor asing untuk berupaya memamfaatkannya dengan menawarkan modal ke pasar negara tersebut. Suku bunga domestik yang tinggi sering mencerminkan tingginya harapan inflasi di negara tersebut. Karena inflasi dapat mengakibatkan depresiasi mata uang lokal terhadap mata uang lain, tingginya suku bunga di negara tersebut mungkin saja ditutup dengan melemahnya mata uang lokal selama periode tertentu. Kendati hubungan antara inflasi yang diharapkan dan pergerakan mata uang domestik tidak selalu tepat (karena tentu ada faktor lain yang mempengaruhi pergerakan mata uang), para kreditor yakin bahwa keuntungan suku bunga di suatu negara tidak akan hilang akibat depresiasi mata uang lokal selama periode tertentu.
 Harapan terhadap kurs valas; kreditor biasanya mempertimbangkan untuk mensuplai modal kepada negara – negara yang mata uangnya diharapkan mengalami apresiasi terhadap mata uang negara si kreditor. Apa pun bentuk transaksi yang dilakukan berupa obligasi atau pinjaman internasional, kreditor akan untung bila nilai mata uang yang mendominasi transaksinya menguat di banding mata uang negara si kreditor.
 Diversifikasi internasional; para kresitor dapat memperoleh keuntungan dari diversifikasi internasional, yang mengurangi kemungkinan bangkrutnya pinjaman pada saat yang bersamaan. Efektifitas dari strategi semacam ini tergantung dari korelasi kegiatan ekonomi antar negara. Diversifikasi antar negara akan kurang efektif bila negara yang cenderung mengalami siklus bisnis yang kurang lebih sama.

Motif Berburu Dana di Pasar Internasional

Sama seperti investor dan kreditor yang mempertimbangkan pasar keuangan internasional dalam mengalokasikan dananya, perusahaan dan pemerintah juga mempertimbangkan pasar keuangan internasional sebagai salah satu sumber dananya.

Pinjaman biasanya mempunyai satu atau lebih beberapa motif berikut ini ketika meminjam dari pasar internasional;
 Suku bunga rendah; Beberapa negara mengalami kelebihan suplai dana dibanding permintaannya sehingga suku bunga relatif rendah. Rendahnya suku bunga di pasar internasional akan menarik para peminjam untuk berupaya meminjam dana dari para kreditor di negara tersebut. Namun, suatu negara dengan suku bunga relatif rendah sering mengalami laju inflasi yang rendah pula. Karena perbedaan inflasi semacam ini dapat menimbulkan dorongan ke atas terhadap nilai mata uang asing, setiap mamfaat bagi pinajaman dalam bentuk suku bunga yang rendah dapat dihilangkan dengan menguatnya mata uang. Nilai mata uang asing yang dipinjam ketika di konversi ke dalam mata uang lokal akan menjadi rendah nilainya dibanding ketika digunakan untuk membeli kembali mata uang asing tersebut untuk membayar pinjaman. Kendati demikian, dalam praktek hubungan antara perbedaan inflasi yang di harapkan dan pergeseran mata uang tidak selamanya sesuai dengan “teori”. Akibatnya, banyak peminjaman memilih meminjam dari pasar suku bunganya rendah karena mereka tidak mengharapkan pergerakan mata uang menuju arah yang tidak menguntungkan.
 Haran kurs valas; Peminjam, yang mengharapkan suatu kurs mata uang asing akan mengalami depresiasi, kebanyakan mempertimbangkan untuk menjamin valuta asing tersebut dan mengkorvensinya kedalam mata uang lokal melebihi kurs ketika membeli kembali valas tersebut untuk membanyar pinjaman.

Di Indonesia, arus globalisasi dan gelombang deregulasi, secara simultan maupun terpisah, telah mempercepat integrasi sektor keuangan Indonesia dengan pasar uang dan modal internasional. Salah satu indikasi kuat mengenai hal ini adalah meningkatnya kegiatan pinjaman offshore (“pinjaman lepas pantai” atau “pinjaman luar negeri”) yang dilakukan oleh badan – badan usaha Indonesia terjadi pada tahun 1990, yang mencapai komitmen 5,6 miliar dolar AS. Boediono (1991) mencatat bahwa bank – bank swasta, LKBB (Lembaga Keuangan Bukan Bank) dan perusahaan non keuangan selama 1989 – 1990.

Yang menarik, sejak krisis ekonomi merebak mulai juli 1997, semakin jelas bahwa konglomerat Indonesia bukan lagi merupakan aset nasional tetapi menjasi utang nasional. Betapa tidak, kajian pusat data Bisnis Indonesia menunjukan bahwa; (1) terdapat 10 debitur terbesar yang menyerap Rp. 51,9 triliun atau 39,7% total utang perbankan; (2) terdapat 100 grup di mana 80 grup di antaranya memiliki utang di atas Rp. 100 miliar, bahkan dari jumlah tersebut ada 31 grup konglomerat dengan utang di atas Rp 1 triliun (sindhunata & Reni, 1998). Sebagai ilustrasi, tabel 6.1. menyajikan rangkuman total pinjaman (loan) dan pinjaman dalam bentuk valas (loan in forex) dari grup bisnis di Indonesia.























Tabel 3.1.
100 Pengutang Terbesar Menurut Grup Bisnis; Indonesia, 1997















Instrument dan Pasar Untuk Mempermudah Transaksi

Transaksi internasional semakin diperlancar dengan tumbuhnya berbagai pasar keuangan internasional. Gambar 6.1 menyajikan ilustrasi yang merangkum berbagai jenis pasar keuangan internasional beserta masing – masing jenis transaksinya. Masing – masing pasar ini mempunyai spesialisasi yang berbeda dalam fungsinya sebagai pelantara unit ekonomi yang memiliki kelebihan dana (surplus unit) dan unit yang kekurangan dana (difisit units). Jenis – jenis pasar yang dikenal dalam pasar keuangan internasional adalah: (1) pasar Eurocurrency, (2) pasar Eurocredit, (3) pasar Eurobond, (4) pasar modal internasional, (5) pasar currency swap, futures, options dan forward.





Pasar Eurocurrency

Pasar Eurocurrency emudahkan transper dana internasional khususnya yang berjangka waktu pendek. Dalam pasar ini, bank – bank komersial menjadi pelantara: menerima deposito berjangka pendek dalam berbagai mata uang, dan kemudian memamfaatkan danan ini untuk disalurkan dalam kredit berjangka pendek juga.

Gambar 3.1
Jenis Transaksi Dan Transaksi Keuangan







Gambar 3.2.
Mekanisme Daur Ulang Petrodolar (Petrodollar Recyling)

Oil
dollar

Dollar


Dollar

Dollar





*Eurodollar adalah deposit dolar di bank, di luar AS, dan tidak hanya di Europa saja. Bank – bank ini tidak mengirim surplus dollar ke AS, malah mendaurulang dana dollar tersebut ke NSB dalam bentuk bunga dan pinjaman sejak 1970-an.
Sumber; Pool dan Stamos (1987)

Pasar Eurocredit

Pasar Eurocredit melayani unit ekonomi yang kekurangan dana, terutama dalam kredit jangka menengah. Syarat pinjaman jangka menegah biasanya lebih dari satu tahun dan masa jatuh tempo umumnya lima tahun. Perbedaan utama antara kredit di pasar Eurocredit dan Eurocurrency adalah jangka waktu kreditnya. Bank – bank komersial yang berperan aktif dalam pasar Eurocurrency sebagai lembaga pelantara juga dapat bermain di pasar Eurocurrency sebagai lembaga perantara juga dapat bermain di pasar Eurocredit. Perusahaan dan pemerintah umumnya meraup dana sebanyak – banyaknya dari pasar ini.

Pasar Eurobond

Pasar Eurobond memudahkan transfer dana jangka panjang dari pihak yang kelebihan dana kepada yang kekurangan dana. Dengan kata lain, pasar Eurobond mengisi kekosongan penyediaan dana jangka panjang yang tidak dapat diberikan oleh pasar Eurocurrency dan Eurocredit. Beberapa bank komersial berpatisipasi dalam pasar ini dengan membeli Eurobond (obligasi) sebagai investasi. Tugas utama bank ini adalah melayani perusahaan besar dan pemerintah dalam memasarkan obligasi. Biasanya bank – bank ini menempatkan Eurobond besama lembaga investor seperti lembaga asuransi, dana pensiun, dan bond mutual funds.


Gambar 3.3.
Keterkaitan antara Pasar kredit dan Valas














Eurocurrencies

















Pasar Modal Internasional

Pasar modal internasional melayani transfer dana jangka panjang dalam wujud investasi ekuiti (equity investment). Pertumbuhan yang mengesankan dalam transaksi saham internasional sebagian besar diakibatkan oleh adanya internasional mutual funds. Yang terakhir ini, selain memiliki lebih banyak informasi mengenai perusahaan asing, juga mempunyai akses yang lebih mudah ke pasar internasional dibanding investor individu. Dengan demikian, mereka dapat mengumpulkan dana dari investor individu untuk menciptakan suatu portofolio saham internasional.

Pasar Currency Swap, Future, Options, dan Forward

Transper dana internasional dalam pasar keuangan internasional seringkali menempatkan para pelaku ekonomi dalam kondisi mudah menderita resiko valas, resiko suku bunga, ataupun resiko pasar. Resiko ini, dalam praktik, dapat diminimisasi melalui pasar currency swap, future, options, dan forward. Para pelaku ekonomi menggunakan pasar – pasar ini untuk melakukan spekulasi dan bukan berjaga – jaga (hedge). Bank – bank komersial dan perusahaan sekuritas merupakan perantara utama dalam pasar swap. Perusahaan sekuritas menangani transaksi future dan options.

Dampak Melonjaknya Transaksi Internasional

Melonjaknya volume transaksi internasional di pasar aset finansial dan riil telah mendongkrak transaksi di pasar valuta asing (valas) secara subtansial. Laju perputaran (turnover) valas di perkirakan oleh Rybczynski (1988) melebihi $400 miliar, dengan perincian 2,5% untuk membeli barang dan jasa, dan 97,5 % untuk membeli aset finansial. Bank – bank komersial yang melayani pasar ini menawarkan valas untuk keperluan mendesak (spot) dan masa mendatang (forward).

Fakta menunjukan globalisasi pasar valas tumbuh lebih cepat di banding investasi internasional, dengan laju perputaran bersih terpusat di tiga pasar keuangan internasional terbesar, yaitu London, New York dan Tokyo. Diperkirakan dalam enam tahun terakhir laju perputaran telah meningkat tiga kali lipat. Sebuah survai pasar yang dilakukan Federal Reserve of New York, Bank of Japan, dan Bank of England menunjukan bukti bahwa laju trun over (Perputaran) saat di ketiga pasar tesebut mendekati nilai sebesar $1 triliun setiap hari jauh lebih tinggi dari angka pada April 1989 yang “hanya” $640 triliun (Goldstein, et al, 1993). Tabel 6.2 secara rinci merangkum hasil survai itu.

Tabel 3.2,
Laju Perputaran Bersih Pasar Valas
(Dalam Milior Dolar AS Setiap Hari)
Negara Maret 1986 April 1989 April 1992
Inggris
USA
Jepang
Singapura
Swiss
Hongkong
Jerman
Perancis
Australia
Kanada 90
59
48
td
td
td
td
td
td
9 187
129
115
55
57
49
td
26
30
15 300
192
128
74
68
61
57
35
30
22
Catatan : td = tidak tersedia data
Sumber : Goldstein, et al. (1993: h. 24).

Tabel 6.2 memperlihatkan bahwa total perputaran bersih di 9 pasar valas tumbuh hingga mencapai angka $910 miliar pada tahun 1992, yang berarti mengalami kenaikan sebesar 37% dibanding tahun 1989. tidak berlebihan laju perputaran bersih di seluruh pasar valas dunia menembus angka $1 triliun setiap hari. Sebagai perbandingan, cadangan non-emas seluruh negara industri mencapai hanya $555,6 miliar pada akhir April 1992. tabel ini juga menunjukan bahwa pasar valas Inggris masih memengang supremasi sebagai pasar valas paling aktif ($300 miliar), diikuti USA ($192 miliar), Jepang ($128 miliar), Singapura ($74 miliar), dan Swiss ($68 miliar).

Dari sisi mata uang yang digunakan, dolar AS masih memengang peranan yang dominan. Kendati demikian, penggunaan mata uang lain dewasa ini semakin meningkat. Menurunnya dollar AS sebagai alat tukar dalam transaksi valas diakibatkan oleh meningkatnya pengggunaan Deutsche Mark (DM). Yang terakhir ini merupakan konsekuensi logis dari liberal aliran modal dan Sistem Moneter Eropa yang menempatkan DM sebagai Leading currency.

Tabel 3.3
Tingkat Signifikasi Beberapa Pasar Modal di Asia Pasifik

Nama Bursa Morgan Word Portofolio Avarage Word Indeks Klasifikasi
Tokyo
Hongkong
Singapore
Kuala Lumpur
New Zealand
Seoul
Talpel
Bangkok
Jakarta
Manila
sydney 0.000
0.054
0.004
0.157
0.744
0.070
0.351
0.563
0.461
0.998
0.478 0.012
0.001
0.000
0.011
0.051
0.548
0.266
0.228
0.147
0.335
0.172 Integrated
Integrated
Integrated
Bentuk antara
Bentuk antara
Segminted
Segminted
Segminted
Segminted
Segminted
Segminted


Rangkuman.

Fakta menunjukkan bahwa konfigurasi dari pasar keuangan internasional berada di antara 2 titik ekstrim yaitu transaksi internasional sama sekali dilarang dan keberadaan pasar sempurna tanpa hambatan.

Investor melakukan investasi di pasar internasional karena berbagai macam motiv yaitu : Kondisi perekonomian, Harapan terhadap kurs valas, Diversifikasi internasional. Sedangkan motiv kreditor menyediakan kredit dipasar internasional karena Tingginya suku bunga internasional, Harapan terhadap kurs valas, dan diversifikasi internasional. Beberapa peminjam juga lebih senang meminjam dana di pasar internasional karena berbagai alasan : suku bunga rendah dan harapan kurs valas.

Terdapat beberapa instrument dan pasar untuk mempermudah transaksi internasional, yaitu pasar Eurocurrency, pasar Eurocredit, pasar Eurobond, pasar modal internasional, pasar Currency Swap, Future, Options dan Forward.

Melonjaknya volume transaksi internasional telah mendongkrak transaksi valas, melebihi $400 miliar dengan rincian 2,5 % untuk membeli barang dan jasa, dan 97,5 % untuk membeli asset financial.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar